Miman bento... tasawuf 8-5-2014
Sebelum ada sesuatu, maka keadaan itu di namai HU
ada yang menamakan KUN
ada yang menamakan ketiadaan yang sempurna
Ada pula yang menamakan yang esa
Yang lain menamakan, yang sebenar benar ada.
Orang lain menamainya LAATAYUN artinya belum nyata.
Maka kebanyakan orang menamainya AHADIYAH yang artinya esa gaibalguyub.
Maka pada tingkat ini dalil mengatakan , bahwa ALLAH SWT telah bersabda : kun ana rabbi ma abdi, kun ana abdi ma rabbi, lam yakun syaian .artinya " kalau aku tuhan mana hambaku, kalau aku hamba mana tuhanku, sesuatupun belum ada.
ALLAH SWT telah bersabda lagi : syahidallahu annahu lailaha illa ana ( naik saksi aku bahwa tidak ada tuhan melainkan aku ).
ALLAH SWT sadar akan keadaannya, maka ALLAH SWT berfirman KUN.... PAYUKUN.
maka jadilah nur MUHAMMAD. ALLAH SWT pun gaiblah pada nur itu.
Maka nur MUHAMMAD menilik dirinya, keluarlah nyawa , dan pada nyawa pun berlindung pada sekalian jasad.
Sebab itu nabi SAW bersabda : man arafa nafsahu pakad arafa rabbahu
Tingkat ini di namai wahdat, yaitu alam ALLAH yang esa, wujud mutlak bapa liyansabit, sebab liyan sabit itu hak ALLAH pada tingkat ini. Yaitu pada penjelmaan yang pertama, qadim,. Padanya kesadaran menyeluruh.
Orang dahulu menggambarkan keadaan ini, sebagai gaib di dalam gaib. Gaibal guyub ,,,, atau gaib anta baranta,,gaib tiada ujung pangkal, tiada permulaan tiada kesudahan""tidak dikiri tidak di kanan, tidak di hadapan tidak di belakang , tidak di atas tidak di bawah, tidak di luar tidak di dalam, tidak jauh tidak dekat, tidak ada betapa akan dia, tiada di mana akan dia , tidak di tengah akan dia , dan tiada berubah dari pada adam ( diyalu atau tidak ada ). Tiada rasa dan tiada berasa, tidak berwarna dan tidak baginya cacat, " itulah yang hidup dahulu dari pada yang dahulu.
Orang menamakan juga ALLAH taayun awal - zat mutlak, esa. Hakikat MUHAMMAD, sebenar benar nyawa MUHAMMAD , ilmu ALLAH yang esa pada MUHAMMAD
Adapun nur itu beribu ribu tahun telah ada baru jadi adam a.s
Itu sebab maka nur itu di namai juga hakikat adam atau sebenar benar roh adam...pada tingkat, ada yang menamakn bahrillah yaitu lautan ALLAH SWT atau laut nabi MUHAMMAD SAW.
maka nur itu setelah ia ada, mengaku dirinya ALLAH sebab tiada yang lain di lihatnya, kemudian setelah melihat kebesaran ALLAH SWT, berkata lagi ia..... ana allah minallah.
Pada penjelmaan yang ke dua yaitu wahdaniyah, segala kekuatan yang ada padanya, jadi pusat. Satu namanya taayun sani. Ini nur mempunyai daya pencipta... dari titik ini terpancar sinar sinar atau getar getar menjadikan alam wujud yang bertingkat tingkat menurut kepadatan getarnya......
Dengan demikian terjadilah alam arwah atau alam nyawa , alam misal atau alam jin , alam ajsam atau alam benda, alam insan atau alam manusia.. kesemuanya menjadi tujuh tingkat yaitu ahadiyah atau lataayun wahdat atau taayun awal - wahdaniyah atau taayun sani - alam arwah atau alam nyawa - alam misal atau alam jin - alam ajsam atau alam benda - alam insan atau alam manusia ... maka yang tiga tingkat pertama itu tanzih, artinya tiada nyata sedang yang lainnya tasbih yaitu nyata.
Wahdaniyah itu , ismu ALLAH , alam roh di namai juga rahman. Iya itu mahluk, mukdis , esa berkeesaan. Inilah yang kelihatan oleh roh insan.. pada tingkat ini liyansabit itu disebut maklum, sebab nyata sipat ALLAH SWT. ini tempat nyata, cahaya , jauhar , arsyi
Maka ini makiyad atau berhubungan dengan yang lain lain. Yang tiga tingkat ini , tidak ada pada kita , tetapi kita makiyad dengannya.
Adapun nur yang pertama itu terbagi menjadi tiga... yaitu pertama yang hidup dan bersipat mati ... yang ke dua, yang hidup tidak mati ,, yang ke tiga , yang hidup terus
Mengenal permulaan segala sesuatu itu ada lagi lain riwayat yang mengatakan bahwa yang pertama jadi itu adalah alif. Maka ALLAH SWT sudah bersama alif ini, yaitu sudah menjadi alif awal. Kemudian melakukan alif akhir , lalu mebghendaki sesuatu nogta yang terpancar dari ujung ke dua alif itu. Maka nogta ini ALLAH SWT , yang dikehendaki ALLAH SWT diturunkannya pada tiap tiap diri manusia yang di namai tanah illmalah atau ardilhumul atau tanah kecil yang tersembunyi pada diri kita.
Lain riwayat meriwatkan , bahwa yang pertama ada ialah gelap gulita.. setitik embun hitam melayang dan keluar darinya alif ALLAH yang amat terang
Wallahu alam
Sebelum ada sesuatu, maka keadaan itu di namai HU
ada yang menamakan KUN
ada yang menamakan ketiadaan yang sempurna
Ada pula yang menamakan yang esa
Yang lain menamakan, yang sebenar benar ada.
Orang lain menamainya LAATAYUN artinya belum nyata.
Maka kebanyakan orang menamainya AHADIYAH yang artinya esa gaibalguyub.
Maka pada tingkat ini dalil mengatakan , bahwa ALLAH SWT telah bersabda : kun ana rabbi ma abdi, kun ana abdi ma rabbi, lam yakun syaian .artinya " kalau aku tuhan mana hambaku, kalau aku hamba mana tuhanku, sesuatupun belum ada.
ALLAH SWT telah bersabda lagi : syahidallahu annahu lailaha illa ana ( naik saksi aku bahwa tidak ada tuhan melainkan aku ).
ALLAH SWT sadar akan keadaannya, maka ALLAH SWT berfirman KUN.... PAYUKUN.
maka jadilah nur MUHAMMAD. ALLAH SWT pun gaiblah pada nur itu.
Maka nur MUHAMMAD menilik dirinya, keluarlah nyawa , dan pada nyawa pun berlindung pada sekalian jasad.
Sebab itu nabi SAW bersabda : man arafa nafsahu pakad arafa rabbahu
Tingkat ini di namai wahdat, yaitu alam ALLAH yang esa, wujud mutlak bapa liyansabit, sebab liyan sabit itu hak ALLAH pada tingkat ini. Yaitu pada penjelmaan yang pertama, qadim,. Padanya kesadaran menyeluruh.
Orang dahulu menggambarkan keadaan ini, sebagai gaib di dalam gaib. Gaibal guyub ,,,, atau gaib anta baranta,,gaib tiada ujung pangkal, tiada permulaan tiada kesudahan""tidak dikiri tidak di kanan, tidak di hadapan tidak di belakang , tidak di atas tidak di bawah, tidak di luar tidak di dalam, tidak jauh tidak dekat, tidak ada betapa akan dia, tiada di mana akan dia , tidak di tengah akan dia , dan tiada berubah dari pada adam ( diyalu atau tidak ada ). Tiada rasa dan tiada berasa, tidak berwarna dan tidak baginya cacat, " itulah yang hidup dahulu dari pada yang dahulu.
Orang menamakan juga ALLAH taayun awal - zat mutlak, esa. Hakikat MUHAMMAD, sebenar benar nyawa MUHAMMAD , ilmu ALLAH yang esa pada MUHAMMAD
Adapun nur itu beribu ribu tahun telah ada baru jadi adam a.s
Itu sebab maka nur itu di namai juga hakikat adam atau sebenar benar roh adam...pada tingkat, ada yang menamakn bahrillah yaitu lautan ALLAH SWT atau laut nabi MUHAMMAD SAW.
maka nur itu setelah ia ada, mengaku dirinya ALLAH sebab tiada yang lain di lihatnya, kemudian setelah melihat kebesaran ALLAH SWT, berkata lagi ia..... ana allah minallah.
Pada penjelmaan yang ke dua yaitu wahdaniyah, segala kekuatan yang ada padanya, jadi pusat. Satu namanya taayun sani. Ini nur mempunyai daya pencipta... dari titik ini terpancar sinar sinar atau getar getar menjadikan alam wujud yang bertingkat tingkat menurut kepadatan getarnya......
Dengan demikian terjadilah alam arwah atau alam nyawa , alam misal atau alam jin , alam ajsam atau alam benda, alam insan atau alam manusia.. kesemuanya menjadi tujuh tingkat yaitu ahadiyah atau lataayun wahdat atau taayun awal - wahdaniyah atau taayun sani - alam arwah atau alam nyawa - alam misal atau alam jin - alam ajsam atau alam benda - alam insan atau alam manusia ... maka yang tiga tingkat pertama itu tanzih, artinya tiada nyata sedang yang lainnya tasbih yaitu nyata.
Wahdaniyah itu , ismu ALLAH , alam roh di namai juga rahman. Iya itu mahluk, mukdis , esa berkeesaan. Inilah yang kelihatan oleh roh insan.. pada tingkat ini liyansabit itu disebut maklum, sebab nyata sipat ALLAH SWT. ini tempat nyata, cahaya , jauhar , arsyi
Maka ini makiyad atau berhubungan dengan yang lain lain. Yang tiga tingkat ini , tidak ada pada kita , tetapi kita makiyad dengannya.
Adapun nur yang pertama itu terbagi menjadi tiga... yaitu pertama yang hidup dan bersipat mati ... yang ke dua, yang hidup tidak mati ,, yang ke tiga , yang hidup terus
Mengenal permulaan segala sesuatu itu ada lagi lain riwayat yang mengatakan bahwa yang pertama jadi itu adalah alif. Maka ALLAH SWT sudah bersama alif ini, yaitu sudah menjadi alif awal. Kemudian melakukan alif akhir , lalu mebghendaki sesuatu nogta yang terpancar dari ujung ke dua alif itu. Maka nogta ini ALLAH SWT , yang dikehendaki ALLAH SWT diturunkannya pada tiap tiap diri manusia yang di namai tanah illmalah atau ardilhumul atau tanah kecil yang tersembunyi pada diri kita.
Lain riwayat meriwatkan , bahwa yang pertama ada ialah gelap gulita.. setitik embun hitam melayang dan keluar darinya alif ALLAH yang amat terang
Wallahu alam
posted from Bloggeroid
BAGUS
BalasHapusSalam senyawa dari A. bahar dari malaysia..
HapusBetul tu apa yang kita katakan tak salah lagi
Salam abang miman betul tu apa yang kita katakan......salam senyawa dari malaysia
BalasHapusA. Bahar
Salam senyawa dari bone bolango
BalasHapusTeto tiyo
BalasHapus