Jumat, 09 Mei 2014

tauhid

Tauhid adalah pegangan pokok dan sangat menentukan bagi kehidupan manusia, karena tauhid menjadi landasan setiap amal.
hanya amal yang di landas dengan tauhid , menurut tuntunan islam, yang akan menghantarkan manusia kepada kehidupan yangvbaik dan kebahagiaan yang hakiki di ahkerat kelak.

   Namun, apakah  sebenarnya yang di maksud denga tauhid ?

Tarekat ilomata

Miman bento

Seorang manusia terjadi tiga belas unsur,
Dari ayah empat unsur
Dari ibu empat unsur
Dari ALLAH empat unsur
Dan satu unsur dari suatu tempat yang di istilah kan gudang perbendaharaan dari yang maha kuasa

Firman " tiada kami jadikan dari pada air yang hina.
Maka dari bapak yang di sebut manawi atau spermatosom
Dan yang dari ibu di namai baidliah atau ovum
Itu berasal dari sari makanan ( beberapa zat kimia dan mineral seperti kapur, besi , dan beberapa elemen lainnya yang berubah sejak lahir sampai kini.
Adapun yang berasal dari bapak, menjadi tulang , rambut , kuku , sum sum pada anak, sedang yang dari ibu menjadi kulit , daging , darah , urat.
Maka yang empat dari ALLAH itu ialah roh idafi , roh rahmani , roh rohani , dan roh jasmani.
Ada yang mengatakan wantohu , oile , dilato , polantapo, ... ada pula yang mengatakan penglihatan, pebdengaran , penciuman , dan perasa.
Maka yang satu unsur yang di istilahkan dari perbendaharaan itu ialah pawahidati minalhazainu atau mapian pusikum apatubsirun yang artinya ada pada dirimu tetapi kamu tidak tahu.
Auwalmahalaqallahu taala nur..inilah nur muhammad yang menjadi permulaan dari segala sesuatu dan juga nyawa dari nabi muhammad saw... dan di jadikan nyawa manusia itu hanyalah percikan dari nyawa besar ini.
Malaikat di perintahkan membungkus fluidum ini dengan empat anasir yang sebangsa nur muhammad jyga yang disebut nyawa tanah nyawa air nyawa api nyawa angin atau juga yang disebut anfas , nafas , tanafas, nufus yakni mendengar , melihat ,mencium dan merasa.

Takkala zat ini halus ini masih bersatu dengan pokoknya namanya nurhadi yaitu nogta gaib irang menamainya juga pusaka atau bekas.
Maka dua kelamin membangun cinta, melalui cinta inilah zat itu di turunkan dari arsyi sampai ke arah ibu. Ia sampai kebadan itu seperti nyala rupanya. Zat ini bercampur dengan dua kelamin , nulfat namanya , maha lazat , terdiri dari wadi , madi, mani , manikam.
Setelah empat puluh hari dalam rahim , nulfat itu berubah menjadi darah (alakat), tanda bahwa bibit itu akan tumbuh. Keadaan inilah yang disebut ditiup dengan nyawa.. tandanya telah ada bakal bakal daging , roma , kulit , otak.
Kemudian empat puluh hari lagi darah telah menjadi darah kental (mudgat) dan telah bertambah dengan tulang , daging , urat , sendi , kuku yakni makin sempurnalah bibit itu.
Kemudian empat pulub hari lagi , darah kental itu membangun huruf arab mim , ha , mim , dal. Yaitu mim awal jadi kepala , ha jadi dada , mim akhir jadi perut dan pusat jadi tasjid , dan dal jadi kaki..inilah yang di maksud muhammad akhir zaman dan nur yang pertama itulah muhammad awal zaman. Setelah 120 hari , nur memenuhi jasad bersama sama, kemudian 160 hari, nur menjadi satu lalu masuk ke sanubari sedang yang lain mengatakan masuk ke otak.

Pada wadi ada anima (nyawa nabati) pada madi ada anima sensitif (nyawa hewani) . Nogta gaib itulah yang mengadakan perubahan itu.. sebenarnya mani itu titik cahaya
Ang maha halus, tidak kurang tidak lebih. Ia meliputi lahir batin , makanya mani itu terasa oleh lahir batin.
Firman lagi sabda nabi saw : barang siapa mengenal mani , maka ia mengenal allah. Barang siapa yang telah sampai kepada mani maka ia sampai kepada allah.
Pada pohon zakar , zat ini disebut mani , pada pertengahan manikam. Kalau telah gugur namanya hu, insan, manihayati, ilmalah, selamat, rahmat.yakni ia telah bersusun dengan lembaga..firman, manusia itu rahasiaku dan aku rahasianya.. firman : tiada nyata aku pada sesuatu seperti nyataku pada manusia.
Sabda : barang siapa mengenal dirinya mengenal ia akan nyawanya. Barang siapa mengenal nyawanya mengenal ia akan muhammad . Barang siapa mengenal muhammad mengenal ia akan allah . Barang siapa mengenal allah, tiada ia mengenal dirinya.
Nogta itu dalam sehari belum nyata , 3 hari menjelma jadi setitik cahaya, 5 hari nyata wujud allah , 7 hari nyata wujud muhammad .gerak bayi dalam rahim itu , apabila mencak , ia mengaku allah.
Berkisar kebawah rahim hidup itu allah namanya.
Berkisar ke rusuk kanan rahman namanya
Kerusuk kiri memuji saja kepada ibu. Hidup sendiri, asal sahadat. Menyatakan adanya asal kalimatulah menyungguhkan asal kalimatul iman. Memuji adanya asal kalimatul islam.
Takkala di lahirkan ahmad yang suci namanya, takkala menangis bukan sebenar benar menangis melainkan memuji dirinya. Asal takbiratul ihram

Wallahualam

posted from Bloggeroid

Kamis, 08 Mei 2014

Tasawuf , mengenal asal usul diri kita dari mana kita di ciptakan

Miman bento... tasawuf 8-5-2014

Sebelum ada sesuatu, maka keadaan itu di namai HU
ada yang menamakan KUN
ada yang menamakan ketiadaan yang sempurna
Ada pula yang menamakan yang esa
Yang lain menamakan, yang sebenar benar ada.
Orang lain menamainya LAATAYUN artinya belum nyata.
Maka kebanyakan orang menamainya AHADIYAH yang artinya esa gaibalguyub.
Maka pada tingkat ini dalil mengatakan , bahwa ALLAH SWT telah bersabda : kun ana rabbi ma abdi, kun ana abdi ma rabbi, lam yakun syaian .artinya " kalau aku tuhan mana hambaku, kalau aku hamba mana tuhanku, sesuatupun belum ada.
ALLAH SWT telah bersabda lagi : syahidallahu annahu lailaha illa ana ( naik saksi aku bahwa tidak ada tuhan melainkan aku ).

ALLAH SWT sadar akan keadaannya, maka ALLAH SWT berfirman KUN.... PAYUKUN.
maka jadilah nur MUHAMMAD. ALLAH SWT pun gaiblah pada nur itu.
Maka nur MUHAMMAD menilik dirinya, keluarlah nyawa , dan pada nyawa pun berlindung pada sekalian jasad.
Sebab itu nabi SAW bersabda : man arafa nafsahu pakad arafa rabbahu

Tingkat ini di namai wahdat, yaitu alam ALLAH yang esa, wujud mutlak bapa liyansabit, sebab liyan sabit itu hak ALLAH pada tingkat ini. Yaitu pada penjelmaan yang pertama, qadim,. Padanya kesadaran menyeluruh.

Orang dahulu menggambarkan keadaan ini, sebagai gaib di dalam gaib. Gaibal guyub ,,,, atau gaib anta baranta,,gaib tiada ujung pangkal, tiada permulaan tiada kesudahan""tidak dikiri tidak di kanan, tidak di hadapan tidak di belakang , tidak di atas tidak di bawah, tidak di luar tidak di dalam, tidak jauh tidak dekat, tidak ada betapa akan dia, tiada di mana akan dia , tidak di tengah akan dia , dan tiada berubah dari pada adam ( diyalu atau tidak ada ). Tiada rasa dan tiada berasa, tidak berwarna dan tidak baginya cacat, " itulah yang hidup dahulu dari pada yang dahulu.

Orang menamakan juga ALLAH taayun awal - zat mutlak, esa. Hakikat MUHAMMAD, sebenar benar nyawa MUHAMMAD , ilmu ALLAH yang esa pada MUHAMMAD

Adapun nur itu beribu ribu tahun telah ada baru jadi adam a.s
Itu sebab maka nur itu di namai juga hakikat adam atau sebenar benar roh adam...pada tingkat, ada yang menamakn bahrillah yaitu lautan ALLAH SWT atau laut nabi MUHAMMAD SAW.

maka nur itu setelah ia ada, mengaku dirinya ALLAH sebab tiada yang lain di lihatnya, kemudian setelah melihat kebesaran ALLAH SWT, berkata lagi ia..... ana allah minallah.

Pada penjelmaan yang ke dua yaitu wahdaniyah, segala kekuatan yang ada padanya, jadi pusat. Satu namanya taayun sani. Ini nur mempunyai daya pencipta... dari titik ini terpancar sinar sinar atau getar getar menjadikan alam wujud yang bertingkat tingkat menurut kepadatan getarnya......

Dengan demikian terjadilah alam arwah atau alam nyawa , alam misal atau alam jin , alam ajsam atau alam benda, alam insan atau alam manusia.. kesemuanya menjadi tujuh tingkat yaitu ahadiyah atau lataayun wahdat atau taayun awal - wahdaniyah atau taayun sani - alam arwah atau alam nyawa - alam misal atau alam jin - alam ajsam atau alam benda - alam insan atau alam manusia ... maka yang tiga tingkat pertama itu tanzih, artinya tiada nyata sedang yang lainnya tasbih yaitu nyata.

Wahdaniyah itu , ismu ALLAH , alam roh di namai juga rahman. Iya itu mahluk, mukdis , esa berkeesaan. Inilah yang kelihatan oleh roh insan.. pada tingkat ini liyansabit itu disebut maklum, sebab nyata sipat ALLAH SWT. ini tempat nyata, cahaya , jauhar , arsyi

Maka ini makiyad atau berhubungan dengan yang lain lain. Yang tiga tingkat ini , tidak ada pada kita , tetapi kita makiyad dengannya.

Adapun nur yang pertama itu terbagi menjadi tiga... yaitu pertama yang hidup dan bersipat mati ... yang ke dua, yang hidup tidak mati ,, yang ke tiga , yang hidup terus

Mengenal permulaan segala sesuatu itu ada lagi lain riwayat yang mengatakan bahwa yang pertama jadi itu adalah alif. Maka ALLAH SWT sudah bersama alif ini, yaitu sudah menjadi alif awal. Kemudian melakukan alif akhir , lalu mebghendaki sesuatu nogta yang terpancar dari ujung ke dua alif itu. Maka nogta ini ALLAH SWT , yang dikehendaki ALLAH SWT diturunkannya pada tiap tiap diri manusia yang di namai tanah illmalah atau ardilhumul atau tanah kecil yang tersembunyi pada diri kita.

Lain riwayat meriwatkan , bahwa yang pertama ada ialah gelap gulita.. setitik embun hitam melayang dan keluar darinya alif ALLAH yang amat terang

Wallahu alam

posted from Bloggeroid

IHYA ULUMIDDIN KARYA IMAM GHAZALI

Kitab ke satu: ilmu dan upaya memiliknya

Kitab ke dua : kaidah kaidah iktikad (akidah)

Kitab ke tiga : thaharah (bersuci)

Kitab ke empat : rahasia shalat

Kitab ke lima :zakat

Kitab ke enam : rahasia puasa

Kitab ke tujuh : rahasia ibadah haji

Kitab ke delapan : membaca alquran

Kitab ke sembilan : doa dan zikir

Kitab ke sepeluh : wirid

Kitab ke sebelas :tata kesopanan makan

Kitab ke dua belas : rahasia nikah

Kitab ke tiga belas : tata keramah
mencari nafkah

Kitab ke empat belas : halal dan
haram

Ktab ke lima belas : etika pergaulan dan kasih sayang

Kitab ke enam belas : mengasingkan diri ( uzla )

Kitab ke tujuh belas : adab dalam bepergian

Kitab ke sembilan belas : amar ma'ruf dan nahi munkar

Kitab ke duapuluh : kehidupan dan akhlak kenabian

Kitab ke duapuluh satu : keajaiban keajaiban hati

Kitab ke duapuluh dua : melatih jiwa, membersikan akhlak dan mengobati hati

Kitab ke duapuluh tiga :menghancurkan syahwat perut dan kemaluan

Kitab ke duapuluh empat : bahaya bahaya lidah

Kitab ke duapuluh lima : marah, dendam dan benci

Kitab ke duapuluh enam :keburukan duniawi (harta)

Kitab ke duapuluh tujuh : cinta harta dan kikir

Kitab ke duapuluh delapan : kemahsyuran dan riya

Kitab ke duapuluh sembilan: sombong dan ujub (membanggakan diri )

Kitab ke tigapuluh : orang orang tertipu

Kitab ke tigapuluh satu : taubat

Kitab ke tigapuluh dua : sabar dan syukur

Kitab ke tigapuluh tiga : harap dan takut

Kitab ke tigapuluh empat : fakir dan zuhud

Kitab ke tigapuluh lima : tauhid dan tawakal

Kitab ke tigapuluh enam : cinta , rindu dan ikhlas

Kitab ke tigapuluh tujuh : niat dan ikhlas

Kitab ke tigapuluh delapan : koreksi dan pengawasan diri

Kitab ke tigapuluh sembilan : tafakur ( berpikir )

Kutab ke empat puluh : mengingat kematian

Mau baca wahabi takut ihya ulumiddin

posted from Bloggeroid